P A K U B A T U

Tidak bohonglah hati tentang apa yang di lihatnya (An-Najm-11)

Tidak bohonglah hati tentang apa yang di lihatnya (An-Najm:11)

Followers

Monday, April 5, 2010

Tuesday, March 23, 2010

Innovating Mosques

Architecture in Europe(Flash)
clipped from www.islamonline.net
Innovating Mosque Architecture in Europe (Flash) 

Generally speaking, there are two different concepts of mosque buildings in Europe, manifested side by side: on the one hand, the sentimental, traditionalist, and Oriental design; on the other, the experimental, contemporary, and European one...Watch Flash
 blog it

Mosques in Europe-Confrontational Architecture

What will be the mosques' future design in Europe?
clipped from www.islamonline.net

Confrontational Architecture: Mosques in Europe

Image
What makes a building mosque? How to build an Islamic worship place suitable for the European landscape? What does the architecture of a mosque say about Muslims' integration? How visible can mosques be in non-Muslim countries? and much more. Check our materials and share your views!

In an attempt to discover how mosques look like - past, present and future trends in Islamic architecture - Euro-Muslims dedicates this space to mosques in Europe.

In the context of the tendency to see Islam and Muslims as an exceptional case, Islamic places of worship have gained more and more attention in European countries; their continuously increasing number and greater visibility made mosques more and more controversial...Read More
 blog it

Wednesday, April 15, 2009

A 40 Years Struggle Towards Islam

An African-American Woman's Long Journey
Nation of Islam. Fruit of Islam. Masjed Al-Qur'an. Three different organizations that every African American should know about.

Salwa Abd-Allah Picture © pluralism.org

My name is Salwa Abd-Allah. I was born Edwina Mariea Fauntleroy to Reverend and Mrs. Jerry Cornelius Fauntleroy in Newport News, Virginia, US, in 1946. I have three brothers and I was the third of the four of us.
I have been striving to be a Muslim for approximately 40 years. I became socially aware in the 1960s in America during the Vietnam War era and the turbulent years of racial unrest as descendants of slaves in general began protesting the subtle and not-so-subtle discrimination that was spread in America at that time.
There was no voice in the mainstream media about the separatist option until the CBS TV news program aired The Hate That Hate Produced.
Having studied five years of French, I had an immature idea of how an alternative language offered greater choices.
The companionship of the Qur'an has taught me to value every command and every prohibition.
 blog it

Friday, February 27, 2009

Tafsir Surah Al Lahab ( Al Masad )-Buletin Al Ilmu Jember

Sila klik Lanjutkan dibawah untuk seterusnya
Tafsir Surat Al-Lahab (Al-Masad)
2009-02-11 00:00:00, Penulis: Buletin Al-Ilmu Jember

Abu Lahab adalah putranya Abdul Muththalib namanya Abdul ‘Uzza. Dinamakan Abu Lahab karena ia kelak akan masuk ke dalam neraka yang memiliki lahab (api yang bergejolak). Atas dasar inilah Allah subhanahu wata’ala menyebutnya dalam kitab-Nya Al Quran dengan kun-yahnya (yaitu nama/julukan yang diawali dengan Abu atau Ibnu, atau Ummu bagi perempuan), dan bukan dengan namanya.

Dibaca 408 [Lanjutkan]
 blog it

Membangun Istana Kelembutan-Al Ustadz Abulfaruq Ayip Syafrudin

sila klik Lanjutkan dibawah untuk seterusnya

Kekerasan terhadap anak, telah demikian banyak terjadi. Bahkan, kekerasan yang terjadi tidak sedikit yang dilakukan secara tidak terukur. Dorongan untuk melakukan kekerasan pada anak lebih dikarenakan situasi emosional yang tidak stabil. Nafsu angkara menjadi mudah tersulut kala anak bertindak salah. Struktur kejiwaan seperti ini, ibarat petasan, ia bersumbu pendek. Sekali sulut, langsung meledak

Dibaca 158 [Lanjutkan]
 blog it

Tingginya Hak Seorang Tamu Dalam Syari'at Islam

Klik Lanjutkan dibawah untuk membaca seterusnya

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tamunya.” (Muttafaqun ‘Alaihi, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Al Imam Al Qadhi ‘Iyadh mengatakan: “Makna hadits tersebut adalah bahwa barangsiapa yang berupaya untuk menjalankan syari’at Islam, maka wajib bagi dia untuk memuliakan tetangga dan tamunya, serta berbuat baik kepada keduanya.”

Dibaca 62 [Lanjutkan]
 blog it

Thursday, October 16, 2008

Kewajiban Menunaikan Amanah

klik lanjutkan dibawah untuk terus baca.
clipped from www.darussalaf.org
Kewajiban Menunaikan Amanah
2008-10-09 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Saifuddin Zuhri, Lc





يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian dalam keadaan mengetahui.” (Al-Anfal: 27)


Dibaca 153 [Lanjutkan]
 blog it

Perjalanan Arwah

Seorang guru Filsafat berkata kepada kami , bahwasanya arwah mengalami perpindahan dari seseorang kepada yang lainnya. Apakah ini benar? Kalau benar, bagaimana bisa bahwa arwahlah yang mengalami adzab dan hisab?

Kalau seandainya berpindah, maka yang dihisab adalah orang lain?

Jawab: Apa yang guru filsafat tersebut katakan kepada kalian bahwasanya arwah seseorang berpindah kepada yang lainnya, tidaklah benar.

"Sesungguhnya perkataan tentang reinkarnasi arwah dari satu jasad kepada jasad yang lainnya adalah perkataannya ahlu at tanasukh (golongan yang berpendapat adanya reinkarnasi ) dan mereka adalah sekafir-kafirnya manusia dan perkataan mereka ini adalah sebatil-batilnya perkataan. (klik www.darussalaf.org)untuk lanjutan
clipped from www.darussalaf.org

Dan asalnya adalah firman Allah Ta'ala yang artinya, "Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Rabb kalian?" Mereka menjawab, "Tentu, kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang yang lalai dari perkara ini." (Al A'raf 172).

Dan telah datang tafsir dari ayat ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Malik di "Al Muwattha" bahwasanya Umar bin Khatab radhiallahu 'anhu ditanya tentang ayat ini, (yang artinya): "Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Rabb kalian?" Mereka menjawab, "Tentu, kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu)
agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang yang lalai dari perkara ini." (Al A'raf 172), maka beliau menjawab: "Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
 blog it

Think! Maybe It Is for the Best

Remember when you were very young and loved to play in the kitchen with all the gadgets? Very likely, your mother would let you play with some things but do not with others. Years passed and when you got older you wanted to try different things and go many places. Perhaps your parents let you try some but disapproved of others. At such times, you would feel frustrated and even angry that you failed to get what you wanted.

Now you are facing life on your own. Your parents have done their job and raised you, protected you and taught you as much as they could. Now you are on your own-just you and your Creator.
Are you still frustrated and angry when you do not get what you want from life?
clipped from www.islamonline.net
Almighty Allah wants us to turn to Him for help, guidance, forgiveness and support. Out of His wisdom, Almighty Allah leaves us free to make decisions and explore life but He is there when we call on Him and turn to Him sincerely seeking His pleasure. Almighty Allah knows we will make mistakes and He sends us people and situations to test us and to help us learn. Sometimes, He the Almighty takes things from us but if we are patient and trust in Him, He gives us something better.

Almighty Allah says: “…it may be that you dislike a thing which is good for you and that you like a thing that is bad for you. Almighty Allah knows but you do not know.” (Al-Baqarah 2:216) 
“There is nothing that befalls a believer, not even a thorn that pricks him, but Allah will record one good deed for him and will remove one bad deed from him.” (Muslim)

Almighty Allah says in a hadith qudsi: “I am as My slave thinks of Me and I am with him whenever he remembers Me.” (Agreed Upon).

 blog it

An Unforgettable Experience

What do you strive for everyday? What inspires you and lifts you up when you feel low? What makes you smiles?
clipped from www.islamonline.net
Image

The situations we go through and the events we witness, knowingly or unknowingly, have a deep impact upon our lives. Everyday Almighty Allah's magnificent decree and perfect plan come into effect. However, if we only have a limited understanding of the relationship we should have with the Prophet (peace and blessings be upon him) we may belittle seemingly 'simple' everyday occurrences. 

Everyday, Almighty Allah chooses different servants to be blessed with the gift of guidance which manifests as an inclination to spirituality. However, we can choose whether or not we will experience this blessing. During the month of Ramadan in 2006, I was blessed with a realization that would mark the beginning of my journey towards Almighty Allah.

Are we then not to die? Except our former death, and are we not to be tormented? This indeed is the immense triumph. For the like of this, then, let the workers work!
 blog it

Friday, September 26, 2008

Thursday, September 11, 2008

Menceritakan Aib Orang Lain


Ini bukanlah gambar api neraka, tak dapat nak dibayangkan bagaimana gambaran api neraka, tak dapat nak dibayangkan panasnya api neraka,tak dapat nak di bayangkan dasyatnya api neraka, Ya Allah, jauhkanlah kami dari siksaan api neraka.



Menceritakan Aib Orang Lain

Allah SWT berfirman :

"...,dan jangan lah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain, sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya..." (Al-Hujurat :12)

Hadits I :

Dari Abu Hurairah radyiallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallalahu 'alaihi wassalam bersabda : Tahukah kamu apakah ghibah (menceritakan aib orang lain) itu? Maka sahabat menjawab, Allah dan RasulNya lebih tahu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam menerangkan : Iaitu kamu menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia benci. Maka ada yang bertanya: Beritahukan kepada kami, bagaimana jika yang saya katakan ada padanya? Beliau Shallallahu 'alaihi wassalam menjawab, jika yang kamu katakan ada padanya, maka kamu telah berbuat ghibah, dan jika tidak ada padanya apa yang kamu katakan, maka kamu telah berdusta padanya. (HR. Muslim )

Dari Anas radyiallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallalahu 'alaihi wassalam bersabda :Ketika aku di naik kan (mi'raj), aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku dari kuningan mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka sendiri, maka aku berkata : siapa mereka itu, wahai Jibril? Maka Jibril menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia (membicarakan aib ) dan menyentuh kehormatan mereka. ( HR. Daud )

Dari Abu Hurairah radyiallahu 'anhu:
Artinya : setiap Muslim atas Muslim lainnya haram darahnya, hartanya dan kehormatannya. (HR. Muslim )
Maksudnya : haram bagi seorang Muslim untuk membunuh, memakan harta, atau melecehkan kehormatan Muslim lainnya dengan cara yang tidak di bolehkan syari'at.

Barangsiapa yang memelihara kehormatan saudaranya, maka Allah memelihara mukanya dari api neraka. (HR. Tirmidzi )

Keterangan singkat:

Menceritakan aib orang lain adalah termasuk maksiat yang paling tersebar di kalangan kaum Muslim, dan mereka menggangap gampang permasalahan ini dan meremehkan sehingga mereka tidak memungkiri perbuatan tersebut jika terjadinya permusuhan antara kaum Muslimin dan merusak persaudaraan di antara mereka, dan karena buruknya perbuatan ghibah ini, Allah Ta'ala mengumpamakan orang yang berbuat ghibah dengan orang yang makan daging saudaranya dalam keadaan mati, dan sangsi baginya bahwa dia di alam barzakh ( alam antara kehidupan dan hari kiamat ) mencabik-cabik muka dan dadanya sendiri.

Kandungan Hadits di atas :

Haramnya perbuatan ghibah dan ghibah adalah termasuk dosa besar. Bahwa menyebut orang lain dengan sesuatu yang dia benci adalah termasuk ghibah yang haram dilakukan, walaupun hal itu benar-benar itu ada pada orang tersebut.

Haramnya mendengarkan ghibah, karena orang yang mendengarkan telah membantu saudaranya untuk ghibah dan ridha dengan ghibah tersebut.
Wajibnya mengingkari orang yang membuat ghibah dan melarangnya dari perbuatan tersebut.
Sangat pedihnya sangsi bagi orang yang berbuat ghibah di alam barzakh.
Keutamaan melindungi kehormatan seorang Muslim dan bahwa Allah akan memelihara mukanya dari api neraka pada hari kiamat.

Oleh : hamba Allah.

Wednesday, September 10, 2008

Europe's Largest Mosque in Grozny


The Mosque will be able to accommodate over 10,000 worshipers and has minarets that soar 180 feet into the air.

GROZNY- Chechnya's once war-shattered capital Grozny is set to be the largest not only in the Muslim-majority country but Europe as well.

"Ceremony of opening is planned for October 17," President Ramzan Kadyrov told the Russian news agency Interfax on Wednesday, September 10.

The inauguration will mark the first day of the International Peacemakers' Conference, titled "Islam-Religion of Peace and Progress," Kadyrov added.

The Mosque will be able to accommodate over 10,000 worshipers and has minarets that soar 180 feet into the air.

It will be surrounding be Chechnya's Islamic administration, a religious school, an Islamic university, a hotel and a religious library.

The mosque is tipped as the biggest not only in the mountainous republic in the North Caucasus region but in Europe as well.

The construction began more than three years ago at an estimated cost of some $20 million.

The Mosque is named after the incumbent president's father Ahmad Kadyrov, who was killed in 2004.

Long Awaited

President Kadyrov noted that the first grand mosque came after a long wait.

"People of the Chechen Republic first time in sixty years will have a possibility to have a grand mosque in Grozny and conduct Islamic religious rites there."

He noted that under the soviet regime, there was not a single main mosque in Chechnya.

"All the mosques were closed, destroyed and robbed in the Chechen Republic more than 60 years ago," Kadyrov recalled.

"Up to now residents of the republican capital didn't have an opportunity to pray in one, main mosque, though it is usual for all Islamic states and regions where Islam is praticed."

The mosque's foundation rests on the grounds of the former headquarters of the Communist Party's regional commitee.

It is situated beside the ruins of another, much smaller mosque that was being constructed by Chechen fighters in the 1990's.

Chechnya has been ravage by conflict since 1994, with just three years of relative peace after the first war between Russian forces and Chechen fighters ended in August 1996 and the second broke out in October 1999.

At least 100,000 civilians-about 10 percent of the population- are estimate to have been killed in both wars.

Human rights groups, however, say the real numbers are much higher.

AllahuAkhbar! AllahuAkhbar! AllahuAkhbar!

Tuesday, September 9, 2008

Macam-macam hati 3 (Hati yang sakit)


3.Hati yang sakit.

Iaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, hati orang yang taat terhadap perintah-perintah Allah tetapi kadangkala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang salah satu di antara keduanya saling berusaha untuk mengalahkannya.

Hati jenis ini, mencintai Allah, iman kepadaNya, beribadah kepadaNya dengan ikhlas dan tawakkal kepadaNya, itu semua selalu dilakukannya tetapi ia juga mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang sangat berperanan dalam hatinya serta berusaha untuk mendapatkannya.

Hasad, sombong (dalam beribadah kepada Allah), ujub, dan terombang-ambing antara kedua keinginan iaitu terhadap kenikmatan kehidupan akhirat serta keinginan untuk mendapatkan gemerlapnya dunia.

Maka hati yang pertama hidup, tumbuh, khusyu' dan yang kedua layu kemudian mati.

Adapun yang ketiga dalam keadaan tidak menentu, apakah akan hidup ataukah akan mati. Kemudian banyak sekali orang yang hatinya sakit dan sakitnya bahkan semakin parah, tetapi tidak merasa kalau hatinya sakit, bahkan sekalipun telah mati hatinya tetapi tidak tahu kalau hatinya telah mati.

Tidak bohonglah hati tentang apa yang dilihatnya. (An-Najm:11)

Macam-macam hati 2 (Hati yang mati )

2.Hati yang mati.

Iaitu kebalikan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkanNya, dicintaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahawa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya.

Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya, itu diridhaiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah.

Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperanan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah.


Orang yang demikian menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan menjadi sopinya, dan kelalaian sebagai tunggangan dan kenderaannya.

Fikirannya hanya untuk mendapatkan dunia yang menipu ini yang dibuat mabuk oleh nafsu untuk mendapatkannya, ia tidak pernah meminta kepada Allah kecuali dari tempat yang jauh.

Tidak membutuhkan (memerlukan) nasihat-nasihat dan selalu mengikuti langkah-langkah syaitan yang selalu merayu dan mengodanya.

Maka bergaul dengan orang seperti ini akan mencelakakan kita,berkawan dengannya akan meracuni kita, dan duduk dengannya akan membinasakan kita.

Tidak bohonglah hati tentang apa yang dilihatnya.(An-Najm:11)